Pemira 2011 Refleksi, Persfektif dan Konsep Ngayah

February 17, 2011 § Leave a comment

Lima menit kita memilih untuk lima tahun kan kita jalani. Tapi untuk Unud (Universitas Udayana) ya kita rubah menjadi 1 menit untuk 1 tahun. Begitu terasa euphoria pemilihan dimana mulai dari tingkat desa sampai Indonesia dalam pemilihan umum atau pemilu. Lalu bagaimana di universitas kita tercinta?

pemira 2010

Menjelang akhir tahun ini saya teringat akan sebuah rutinitas (jika dirasa dilakukan secara rutin). Rutinitas yang menentukan aroma serta denyut kehidupan organisasi kemahasiswaan di segala lini. Apakah kemudian kawan –kawan menyebutkan tingkatan fakultas maupun ukm dan organisasi lain yang bersifat semi otonon di tiap tinggkatannya selama 1 tahun. Pemilu Raya (pemira)akan segera tiba, beberapa hari ini saya terusik akan spanduk yang cukup nyentrik di kampus  sudirman. Baru beberapa hari terpasang, maklum beberapa minggu ini aktivitas perkuliahan berada di dekat sudirman. Tapi saya agak terkejut melihat tanggal untuk pendaftaran sampai 16 januari 2011. Tapi ini beberapa hari sebelum pendaftaran berakhir.

Beberapa teman juga agak kecewa melihat tanggal yang begitu sempit, jika informasi ini baru terbaca beberapa hari sebelum pendaftaran berakhir. Saya menjadi curiga dengan kinerja dari dpm dan panitia yang terus terang tak banyak kelihatan batang hidungnya saat sosialisasi. Masih lekat dalam ingatan saya beberapa tahu yang lalu, 2007 hal ini terjadi, kurangnya sosialisasi dari dpm dan panitia menyebabkan beberapa pemboikotan pemilihan di beberapa fakultas besar. Sehingga tahun 2008 hanya 1 calon yang maju sebagai pemilih yaitu sutan. Dimana prosesnya tanpa kampanye, sosialisasi pemilihan. Dan di akhir kepengurusan menjadi masalah yang sangat besar, karena banyak masalah yang menghinggapi bem- pm unud kala itu. Tahun 2009 dan 2010 juga terdapat beberapa masalah, terutama untuk sosialisasi yang hanya di beberapa kampus, namun saat itu lebih baik dengan proses pengenalan terhadap calon- calonnya secara jelas. Dan dapat kita banggakan kerjanya.

Berbeda dengan pemilihan bem yang beberapa tahun ini ramai, tak begitu dengan pemilihan DPM dpm ini merupakan lembaga yang bergerak sebagai legislator. Universitas ini sebagai replika sebuah kehidupan politik bernegara, ada legislatif, eksekutif dan yudikatif. Dpm sebagai lembaga yang [punya peran yang strategis terhadap kebijakan, beberapa tahun ini malah me;lempem kayak apem. Terlalu lembut. Hanya diam saat masalah masalah dengan pihak rektorat berkecamuk hebat. Baik masalah keuangan, maupun ikhwal kehidupan organisasi yang kian seret peminat. Jadi apa toh yang telah dikerjakan DPM, mungkin rapot merah yang patut untuk diberikan pada pucuk pimpinannya.

Beberapa pertanyaan yang masih hinggap, dari beberapa masa pemerintahan DPM sampai sekarang. Apakah DPM memakai pola diam atau gaya pemerintahan yang diam ?. terdapat beberapa alasan yang saya lihat, pertama informasi akan segala kegiatannya ditutupi, transparansi akan kegiatan nya tidak kelihatan secara nyata, begitu pula pimpinan DPM tak penah turun dalam forum-forum elemen organisasi kemahasiswaan apapun. Toh kita lihat hanya ada saat –event besar saja dan forum dengan rektorat.

konsep ngayah

Dan pernah terlintas juga, dalam benak apakah terdapat penyusupan organisasi ekstra yang ingin melanggengkan kekuasaan. Sangat kuat terasa tarikan untuk hal tersebut tahun ini. Mengubah komposisi didalam mampu memecah kekuatan yang besar dan mengarahkan ke tujuan hal yang tak diinginkan. Politik praktis salah satunya, berbekal sedikit pengalaman memimpin warga universitas masuk ke partai politik. Dimana hanya menjadi dalih untuk kekuasaan semata. Apa dalam benaknya tak ada konsep “ngayah “ yang tulus iklas.

Melihat berbagai hal tersebut , kita sebagai warga intelektual lebih panjang berpikir. Untuk memilih dalam perhelatan pemira ini. Apa mau dikangkangi demi kekuasaan dan orang- orang picik yang minim pemikiran tentang pemimpin dan mengabdi?

Ekamul.


Advertisements

Tagged: , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Pemira 2011 Refleksi, Persfektif dan Konsep Ngayah at Sudut jalan.

meta

%d bloggers like this: