kembali berdialog dalam diri

April 20, 2011 § 2 Comments

Tak banyak yang kiranya saya tulis di malam minggu ini, karena masih sakit yang menghinggapi sampai malam ini. tak banyak aktivitas yang terjadi kecuali, makan, tidur, menelan beberapa pil hasil kunjungan kedokter dengan 35 ribu dengan 3jenis pil, dan upaya untuk menghasilkan keringat.

Walau tak beraktivitas, saya berusaha untuk istirahat hari ini dan memecah kerinduan akan rumah yang terkadang justru tertinggal demi aktivitas di kampus. Kerinduan ini terobati ketika harus sakit. Tapi saya sangat puas membuat seisi rumah agak panik ketika panas badan ini 39.2˚C. (wis kalau anak kecil pasti pasti kena Step). Namun ada beberapa masukan penting buat anda yang mungkin lagi demam dan mencapai 39-40˚C segeralah mandi dengan air dingin. Lebih baik lagi jika berendam sebentar agar panas segera turun. Atau kompreslah dengan air es agar deman segera turun. Panas tinggi juga menyebabkan tubuh banyak kehilangan cairan bahkan dehidrasi, sangat dianjurkan untuk minum air putih yang banyak. dan jangan lupa mengunjungi dokter langganan anda atau bagi para pegawai yang menerima askes anda. Terakhir nih bawalah kerumah sakit terdekat dikota anda.

Dan beberapa saran saya sarikan dari nasehat dokter yang saya kunjungi kemarin. Ada beberapa hal yang belum pernah saya lihat. Terutama Tensimeter yang tidak pakai alat pompa.semuanya otomatis, eits tinggal pencet, beberapa saat kemudian mesinnya berhenti dan keluar dah angkanya. Mantap. Dan yang buat saya heran nih dokter prakteknya di desa. Jadi yang saya tahu kebanyakan nimbrung di kota. Dan bahkan hanya diam dan hanya praktek di rumah sakit. Dan  bahkan kalau ada terkadang terlalu komersial dan memberatkan warga desa, yang dominan petani dan buruh bangunan.yah sama kaya om Blog dokter yang lagi bertugas di atambua (cepet pulang om). Plus obatnya Manjur (apa mungkin karena efek placebo juga).

Duh, perut agak bergejolak. Ketika beberapa saat yang lalu bung jaya ratha menelpon untuk mengawalnya ke nusa penida besok. Apa karena efek obat apa mabok laut. Hehehehehe. Saya cukup senang, mumpung belum pernah kesana melihat. Tapi masih agak ragu, karena penida jd suspect rabies di Bali. Tapi usaha untuk sosialisasi malah lebih penting agar masyarakat mengerti, penanggulangannya. Rasanya perlu adanya sinkronisasi antara kedokteren umum, keperawatan, ilmu kesehatan masyarakat dan warga kedokteran hewan. Semoga bisa selamat sampe rumah ahe…

Oh ya bangun pagi jam 4pagi. Heheehh.

Advertisements

§ 2 Responses to kembali berdialog dalam diri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading kembali berdialog dalam diri at Sudut jalan.

meta

%d bloggers like this: