KAPITALISME BANGSA SENDIRI ?

August 3, 2011 § Leave a comment

kami sepakat untuk mengetik beberapa buah pikiran bung karno yang ada di dalam buku DBR (dibawah bendera revolusi jilid 1). dan ini merupakan sebuah tulisan yang ternyata relevan hingga kini,  lebih berbahaya musuh dalam selimut (dimana yang dinamakan kapitalis pribumi).

Didalam salah satu rapat umum saya pernah berkata, bahwa kita bukan saja harus menentang Kapitalisme  bangsa asing, tetapi harus juga menentang Kapitalisme  bangsa sendiri. Hal ini telah mendapat pembicaraan dalam pers, dan sajapun mendapat beberapa surat yang minta hal ini diterangkan sekali lagi dengan singkat

Dengan segala senang hati saja memenuhi permintaan –permintaan itu. Sebab soal ini adalah soal yang mengenai beningsel. Beningsel, yang harus dan musti kita perhatikan, jikalau kita mengabdi pada rakyat dengan sebenar-benarnya, dan ingin membawa rakyat itu kearah keselamatan.

Supaya buat pembaca soal ini menjadi terang, dan supaya pembicaraan kita bisa  tajam garis-garisnya, maka perlulah lebih dulu menjawab pertanyaan:

Apakah Kapitalisme  itu?

Didalam saya punya buku pembelaan saya pernah menjawab: “Kapitalisme  adalah stelsel pergaulan-hidup, yang timbul dari cara produksi yang memisahkan kaum buruh dengan alat-alat produksi. Kapitalisme  adalah timbul dari ini cara produksi, yang boleh karenanya, menjadi sebab meerwaarde tidak jatuh di dalam tangannya buruh melaikan jatuh ditangannya majikan. Kapitalisme, oleh karenanya pula, adalah menyebabkan Kapitalcumullative, Kapital Concentratie, Kapital Centralisatie, dan Industrieel Reserve-Armee. Kapitalisme  mempunyai arah kepada Verelendung, yakni menyebabkan kesengsaraan.

Itulah Kapitalisme! – yang prakteknya kita bisa lihat diseluruh dunia. Itulah Kapitalisme, yang ternyata menyebarkan kesengsaraan, kepapaan, pengangguran, balap- tarif,  peperangan, kematian- pendek kata menyebabkan rusaknya susunan dunia yang sekarang ini. Itulah Kapitalisme  yang melahirkan modern- imprealisme, yang membikin kita dan hampir seluruh bangsa berwarna menjadi rakyat yang celaka!.

Siapa yang didalam Beningsel tidak anti pada stelsel yang demikian itu, adalah menutup mata buat kejahatan-kejahatan  Kapitalisme  yang sudah senyata-nyatanya itu. Tiap –tiap orang yang mempunyai beningsel yang logis, haruslah anti kepada Stelsel itu. Sebab – sekali lagi saja katakan, stelsel itu ternyata dan terbukti Stelsel yang mencelakakan dunia.

Ya, orang menyahut “tetapi Kapitalisme  bangsa sendiri?” Kapitalisme  bangsa sendiri yang harus kita pakai untuk memerangi Imprealisme? Jalankan perjuangan kelas atau klassentrijd?”

Dengan tertentu disini saja menjawab: ya kita juga harus anti isme yang ikut menyengsarakan marhaen itu.  Siapa  mengetahui keadaan kaum buruh di industri batik, rokok kretek, dan lin-lain dari bangsa sendiri, dimana saja sering melihat upah buruh buruh yang kadang-kadang hanya 10 gulden12sen sehari, siapa yang mengetahui keadaan perburuhan yang sangat burk di industri-industri bangsa sendiri itu, ia mustilah  juga mengoyangkan kepala dan dapat rasa kesedihan melihat buahnya cara produksiyang tidak adil itu. Pergilah ke mataram, pergilah ke Lawean Solo, pergilah ke Kudus, pergilah ke Tulung Agung, pergilah ke Blitar, dan orang akan menyaksikan sendiri rahmat-rahmatnya cara produksi itu.

Seorang nasionalis, jusrtu karena ia nasionalis, haruslah berani membukakan  mata keadaan-keadaan yang nyatra itu. Aia harus mengabdi pada kemanusian. Ia harus memperhatikan perkataan-perkataan Gandi yang saja sajikan tempo hari: nasionalisme ku adalah mengabdi kepada kemanusian. Ia harus SOSIO- Nasionalis – yakni seorang nasionalis yang mau memperbaiki masyarakat dan yang DUS anti segala stelsel yang mendatangkan kesengsaraan ke dalam masyarakat itu. Ia harus sebagai Jawaharlal nehru yang berkata:

“Saya seorang Nasionalis. Tapi saja juga seorang sosialis dan republikein. Saya tidak percaya pada raja-raja dan ratu-ratu, tidak pula kepada susunan masyarakat yang melahirkan raja-raja industri yang pada hakekatnya berkuasa lebih besar lagi dari pada raja-raja dizaman sediakala. Saya niscaya mengerti, bahwa kongres belum bisa mengadakan program sosialistisyang selengkap-lengkapnya. Tetapi susunan masyarakat diseluruh dunia. Indianiscaya akan menjalankan cara-cara sendiri, dan mencocokan cita-cita sosialis itu kepada keadaan penduduk India semuanya.
tetapi apakah ini berarti, bahwa kita harus memusuhi tiap-tiap oramh Indonesia yang mampu? Sama sekali tidak. Sebab pertama-tama: tiap orang yang mampu adalah menjalankan Kapitalisme. Tidak tiap tiap orang  yang mampu adalah mampu karena mengeksploitasi orang lain. Tidak tiap-tiap orang mampu adalah menjalankan cara produksi sebagai yang saya terangkan dengan singkat (dengan menjilat dari pembelaan) diatas tadi. Dan tidak tiap-tiap orang ampu adalah ikut atau hidup didalam ideologi Kapitalisme, yakni diakal, pikiran, budi pekerti Kapitalisme. Pendek, tidak tiap-tiap orang mampu adalah jendral atau sersan atau serdadu Kapitalisme !.

Dan apakah prinsip kita itu  berarti, bahwa kita ini harus mementingkan perjuangan kelas? juga sama sekali tidak . kita nasionalis,. Mementingkan perjuangan nasional, perjuangan kebangsaan.

Hal ini saja terangkan dalam karangan saya yang akan datang.

II

Didalam karangan saya yang lampau saya katakan, bahwa kita harus anti segala Kapitalisme , walaupun Kapitalisme  bangsa sendiri. Tetapi disitu saya janjikan pula untuk menerangkan, bahwa kitadidalam perjuangan kita mengejar Indonesia merdeka itu tidak pertama-tama mengutamakan perjuangan kelas, tetapi harus mengutamakan perjuangan nasional. Memang kita, begitulah saya tuliskan, adalah kaum nasionalis, kaum kebangsaan, dan bukan kaum apa-apa yang lain.

Apa sebabnya kita mengutamakan perjuangan nasional didalam usaha kita mengejar Indonesia –merdeka? Kita mengutamakan perjuangan nasional, olek kaena keinsyafan dan persaan nasional, adalah keinsyafan dan persaaan yang terkemuka di dalam sesuatu masyarakat kolonial.

Didalam sesuatu masyarakat selamanya adalah antitesa, yakni perlawanan. Inilah menurut dialektikanya semua keadaan. Tetapi di Eropa, di Amerika, antitesa ini sifatnya adalah berlainan dengan antitesa yang ada di suatu negara kolonial.

Pada hakekatnya antitesa dimana- mana adalah sama : perlawanan antara yang diatas dan yang dibawah, antara yang menang dan yang kalah, antara yang menidas dan yang tertindas. Tetapi yang di eropa, di amerika, dan negeri-negeri lain yang merdeka, dua golongan yang berantitesa itu adalah dari satu bangsa, satu kulit, satu ras. Kaum modal eropa dengan kaum buruh eropa. Kaum modal negeri merdeka dengan kaum buruh negeri merdeka yang umumnya adalah dari 1 darah, satu natie. Karena itulah maka disesuatu negeri yang merdeka antitesa tadi mengandung keinsyafan kebangsaan, tidak mengandung rasa atau keinsyafan nasional, tetapi adalah bersifat zuivere klassentrijd, – perjuangan kelas yang melulu perjuangan kelas.

Tetapi didalam negeri dajahan, didalam negeri yang dibawah Imprealisme bangsa asing, maka yang menang dan yang kalah, yang diatas dan yang dibawah, yang menjalankan Kapitalisme  dan yang dijalani Kapitalisme , adalah yang berlainan darah, berlainan kulit, berlainan natie, berlainan kebangsaan. Antitesa sidalam negeri jajahan adalah berbarengan dengan antitesa bangsa, -samevallen atau coincideeren dengan antitesa bangsa. Antitesa didalam negeri jajahan adalah, oleh karenanya, terutama sekali bersifat antitesa nasional.

Itulah sebabnya, maka perjuangan kita mengejar Indonesia merdeka, -jikalau kita ingin lekas mendapatkan hasil-, haruslah pertama-tama mengutamakan perjuangan nasional, yakni pertama- tama mengutamakan perjuagan nasional, yakni pertama-pertama mengutamakan perjuangan nasional. Kita anti segala Kapitalisme , kita anti Kapitalisme  bangsa sendiri, -tetapi kita untuk mencapai Indonesia merdeka, yakni mengalahkan Imprealisme bangsa asing, harus mengutamakan perjuangan kebangsaan.

Mengutamakan perjuangan kebangsaan, itu TIDAK berarti bahwa kita tidak harus melawan ketamakan atau Kapitalisme  bangsa sendiri. Sebaliknya! Kita harus mendidik rakyat juga benci kepada Kapitalisme  bangsa sendiri, dan dimana ada Kapitalisme  bangsa sendiri , kita harus melawan Kapitalisme  bangsa sendiri itu juga !tetapi MENGUTAMAKAN  perjuangan nasional, – itu adalah berarti, bahwa pusarnya, titik beratnya, aksennya kita punya perjuangan haruslah terletak didalam perjuangan nasional. Pusarnya kita punya perjuagan sekarang haruslah didalam memerangi Imprealisme asing itu dengan segala tenaga kita nasional, dengan segala tenaga kebangsaan, yang hidup didalam suatu bangsa yang tak merdeka dan ingin merdeka!  Pusarnya kita puya perjuangan sekarang haruslah didalam dynamisering, – yakni membangkitkan menjadi aksi dan perbuatan -, daripada rasa kebangsaan alias Nationaal Bewustzijn kita,-Nationaal Bewustzijn yang hdup didalam hati sanubari tiap-tiap rakyat sadar yang tak merdeka.

Jadi, siapa yang mengira, bahwa kita punya nasionalisme adalah nasionalisme yang suka “main mata” dengan borjuisme, ia adalah salah sama sekali. Kita hanyalah menjatuhkan pusar, titik berat, aksennya kita punya perjuangan didalam perjuangan nasional. Borjuisme harus kita tolak, Kapitalisme  harus kita lawan, – oleh karena itulah maka kita punya perjuangan marhaenistis. Sebab, hanya kaum marhaen sendiri yang menurut dialektik satu-satunya golongan yang sungguh-sungguh ber-antitesa dengan borjuisme dan Kapitalisme  itu, dan yag dus bisa sungguh-sungguh menentang dan borjuisme dan Kapitalisme  itu. Hanya kaum marhaen sendirilah yang menurut riwayat bisa menjalankan “pekerjaan riwayat” alias “historische taak”, menghilangkan segala borjuisme dan Kapitalisme  di negeri kita adanya!

Memang! Marhaenistis nasionalismelah pula yang cocok dengan keadaan nyata yang didatangkan oleh Imprealisme di Indonesia sini. Imprealisme belanda, sedikit berlainan dengan Imprealisme inggris atau Imprealisme amerika, adalah lebuh “memarhaenkan” masyarakat bumiputera dari pada imprealisme- Imprealisme yang lain. Imprealisme belanda itu sejak mulanya datang di Indonesia sini, adalah berazas dan bersifat monopolitis,- merebut tiap-tiap akar perusahaan, pertukangan atau perdagangan atau pelajaran yang ada di Indonesia sini. Imprealisme belanda itu adalah Imprealisme yang lebih “kolot” daripada imprelisme –Imprealisme yang lain, ;yang lebih kuno, lebih ortodox daripada Imprealisme –Imprealisme yang lain. Tidak sedikitpun waerna modern liberalisme padanya, sebagaimana yang tampak pada imprealis,me –Imprealisme lain. Politiknya adalah politik mengagahi semua alat-perekonomian di Indonesia sini, menggagahi segala “economisch leven “ (kehidupan ekonomi) di Indonesia ini.

Kini masyarakat Indonesia adalah “masyarakat kecil”, masyarakat yang hampir segala-galanya kecil. Kini masyarakat Indonesia buat sebaguan yang besar sekali hanyalah mengenal pertanian kecil, pelajaran kecil, perdagangan kecil, perusahaan kecil. Kini masyarakat Indonesia adalah 90%masyarakat kecil itu, – masyarakat marhaen yang hampir tiada kehiduopan ekonominya sama sekali. Oleh karena itulah, maka marhenistis nasionalisme adalah satu-satunya nasionalisme yang cocok dengan sifatnya masyarakat Indonesia itu, cocok dengan keadaan nyata, cocok dengan realiteit di Indonesia itu.dan oleh karena itu pula, maka juga hanya marhenistis nasionalisme sajalah yang bisa menjalankan historische taak yang mendatangkan Indonesia merdeka dengan secepat-cepatnya, -historische taak yang sesuai juga dengan historische taak nya menghilangkan segala borjuisme dan Kapitalisme  adanya.

Jawaharlal Nehru, didalam pidatonya di muka National Congress yang ke-44, sebagai yang telah dikutip tempo hari, mengakui dengan terus terang seorang sosialis, yang anti segala Kapitalisme . Tetapi Jawaharlal Nehru itu pula seorang Nasionalis, – the Second  Uncrowned King of India, Raja kedua dari Indiayang tak bermahkota-, yag membangkitkan tenaga rakyat Indiake dalam suatu perjuangan nasional yang mati-matian. Nasionalisme Jawaharlal Nehru adalah Nasionalisme Indiayang marhaenistis, suatu Sosio Nasionalisme yang ingin menghilangkan semua Kapitalisme , menyelamatkan seluruh masyarakat India.

Nasionalisme yang demikian itulah Nasionalisme kita pula.

“Fikiran Ra’jat”, 1932.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading KAPITALISME BANGSA SENDIRI ? at Sudut jalan.

meta

%d bloggers like this: