Gejala Bahasa Itu Bernama Vickiisme

September 13, 2013 § 1 Comment

Image

Lagi ngetrend bahasa campur- campur intelek yang diperagakan oleh Vicky Prasetyo. Alih- alih untuk membuatnya kelihatan intelek, ia rela bergumul dengan perangkat aplikasi penerjemah google translate untuk mengubaha bahasanya yang Indonesia menjadi inggris, celakanya tidak semuanya dapat diterjemahkan dengan baik, pemilihan diksi yang tidak pas, dan banyak kata yang tak jelas. Namun ada satu yang patut diapresiasi adalah keberaniaannya untuk berbicara didepan publik (walaupun salah). Bahkan yang terbaru ketika bertunangan dengan saskia (penyanyi dangdut) ia mengeluarkan jurus kata inteleknya di depan wartawan infotaiment. Salah satunya yang begitu lekat di diingatan saya adalah “konspirasi kemakmuran”.

Gejala ini mungkin lagi kenceng, sampai teman- teman dikantor malah sibuk untuk mencari video berikut mengenai artis dadakan ini. Sebagai anak magang ya saya ikutan nimbrung sekaiigus tertawa. Bahasanya sulit, bahkan sangat jarang untuk mahasiswa seperti saya. Konspirasi, dan kata- kata sulit lainnya sangat sulit untuk menghubungkannya dalam kehidupan mahasiswa atau dimasyarakat.

Ada sebuah gejala baru dimasyarakat, narsis. Narsis mungkin tidak tepat, namun gejalanya adalah keinginan untuk terlihat menonjol dimata orang lain (bukan bagian tubuh tapi mengenai sikap). Melalui bahasa seseorang ingin menunjukan diri pada masyarakat luas, bahwa dirinya sangat pintar. Dengan kata- kata yang tidak lazim di masyarakat orang macam ini mampu untuk menipu banyak orang.

Saya sangat sering mendenar beberapa kawan ketika berdiskusi menggunakan kata- kata yang tak lazim, dulu saya beranggapan bahwa penggunaan bahasa tersebut wajar, bahkan mampu meningkatkan sebuah citra. Namun ternyata semakin pandai seseorang dapat dilihat dari penggunaan bahasa yang lugas, jujur, dan mudah diterima oleh masyarakat. Radhar Panca Dahana (budayawan), selalu berusaha memilih kata yang mudah dimengerti, tidak njilemet (kata Bung Karno) dan tegas.

Tadi pagi juga sempat membaca tulisan Goenawan Mohamad melalui media sosial, ada beberapa hal yang dikemukakannya mengenai “Vickiisme dari Masa Ke Masa” . Terdapat beberapa poin penting dalam tulisannya tersebut, diantaranya pertama hal ini telah ada dari dahulu, dan bahkan seorang jendral seperti ketika Ali Moertopo bahkan bertemu dengan budayawan seluruh Indonesia. Sebuah kata yang menjadi pertanyaan ketika itu Aquakultur, padahal untuk mengistilahkan kebudayaan maritim. Pemilihan kata (diksi)tidak sesuai pada tempatnya. Goenawan Mohamad juga menyebutnya sebagai gejala kecemasan, cemas akan penulis atau pembicara tersebut tong dengan bunyi yang rumit.

Kemarin sempat terpikirkan untuk mencoba memperbaiki pemilihan kata yang dipakai oleh Vicky, eh ternyata keduluan oleh Mas Anton Dwisunu melalui foto diatas. Tapi masyarakat nampaknya sadar sekali dan berusaha untuk menggunakan bahasa dengann baik. Selama seminggu dunia hiburan akan riuh dengan tawa. Bahasa itu adalah bagian dari budaya kita, dan gejala pada bahasa merupakan salah satu hal yang wajar.

Bale Design, 130913

 

Advertisements

§ One Response to Gejala Bahasa Itu Bernama Vickiisme

  • nenonenoneno says:

    Sebenarnya gejala seperti Vicky ini ada di mana-mana, cuma mungkin hanya dia yg punya kesempatan terekam dan disiarkan kamera TV. Ini mengingatkan saya pas semester-semester awal kuliah, banyak maba yg notabene “aktivis” menulis atau berkata-kata dgn kata atau istilah “impor” yg terdengar “tinggi”, dgn tujuan (bisa jadi) supaya terlihat pintar atau menguasai masalah. Banyak yg penggunaannya tepat, lebih banyak lagi yg tidak. Sekarang setelah saya pikir lagi, justru biasanya penggunaan istilah yg berlebihan itu seperti ingin mengaburkan kedangkalan pemahaman orang itu akan suatu persoalan. Karena ketika orang paham akan sesuatu, justru dia akan bisa menjelaskan suatu hal itu dgn bahasa yg sederhana. :)

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Gejala Bahasa Itu Bernama Vickiisme at Sudut jalan.

meta

%d bloggers like this: