Semoga Cepat Sembuh Semuanya

September 17, 2013 § Leave a comment

Keseharian manusia pasti ada saja kesibukan, mungkin hanya sekedar tidur, atau punya aktivitas bak aktivis HAM yang seabrek, atau bahkan kegiatan yang padat merayap seperti aktivitas kuli angkut serta pengiriman sembako ke berbagai daerah. Apapun aktivitas yang begitu lekat dalam sejengkal waktu yang kita miliki setiap hari, harusnya kita tetap ingat bahwa tubuh memiliki batasan. Ujug- ujug bantu kawan alhasil sakit kan juga membuat repot orang lain. Yang ditolong tidak tuntas dalam permasalahannya, kita mallah menghadapi masalah baru yaitu sakit.

Seperti saya saat ini. Mungkin hanya deman dan masuk angin, namun ada perasaan yang tak nyaman  untuk segera beraring di kasur. Mual dan suhu badan meningkat dengan cukup cepat. Dipegang- dan diraba seputaran jidat kira- kira suhunya 37 derajat koma sekian. Pada bagian perut dan ulu hati terasa mual. Diagnosa terkini yang dapat saya simpulkan hanya masuk angin saja. Maklum kemarin malam menemani seoang kawan editing tulisan yang mau cetak, dan menemaninya mengobrol ngalur ngidul berbagai hal.  Alhasil tidak tidur semalaman. Terganggu juga dengan Shiro yang nganggu tidur. Klop dah masalahnya.

Menjelang senja, malah ikutan ke pantai bersama adik dan saudara, mandi lagi. Intinya hari ini nambah penyakit. Akhirnya membeli tolak angin agar bablas anginne, ditambah training dan jaket tebal dengan syal. Mantap nih mandiri menghadapi penyakit sendiri. Sambil latihan samsak dan ngetik agar kerigat bercucuran. Semoga sembuh esok hari.

Jadwal puasa yang dijadwalkan sejak awal nampaknya kurang tepat. Jadi saya menjadwalkan makan 2 kali yaitu pada pukul 10 pagi (setelah bangun tidur) dan jam 8 malam setelah semua kegiatan selesai/ sampai dirumah. Sukses selama 2 hari, namun hari berikutnya malah batal dan kondisi hari ini agak drop. Hahahahaha. Ada satu misi yang diusung dalam proyek ini, adalah merasakan bagaimana masyarakat yang benar dalam kondisi yang kekurangan dan meningkatkan rasa peduli pada orang yang puasa pada  bulan puasa dan masyarakat yang benar- benar puasa dalam keseharian mereka, dikarenakan tidak mampu memenuhi kebutuhahnya sehari- hari. Misinya ditunda dulu sampai kembali sehat.

Oh ya, besok menjadwalkan bersih- bersih menyambut tamu agung pada hari senin depan, tokoh idola sejak membaca buku ” Agama Saya Jurnalisme”. Yap seorang Andreas Harsono. Terima kasih banyak mas telah menyempatkan hadir untuk mendukung acara Akademika kedepan. Dan satu hal yang patut dicatat mungkin akan menjadi pengalaman yang berharga nantinya juga bagi kawan- kawan.

Kemarin juga tercetus satu ide untuk melakukan text walking terhadap kasus serangan yang mengalami reklamasi pada sekitaran tahun 1994- 1998. Komparasi pada kasus yang paling hot di bali saat ini terkait reklamasi tanjung benoa. Yang akademisi UNUD harus menjadi sorotan akhir- akhir ini. Sebagai mahasiswa tingkat akhir saya juga jadi gerah, ” ada apa kampus palma?” Bukankah kampus adalah menara api, yang menjadi juru pencerah diatas kegelapan rakyat, sebagai suluh yang sedia memandu rakyat. Kenapa menjerumuskan rakyat pada lubang penjajahan yang tak berkesudahan. Kadang tak habis pikir. Ketika komparasi nanti akan ada 1 jawaban yang mampu menjelaskan skenario lama yang terus digunakan para pemilik modal menggerus bali.

skenario yang mungkin adalah sebuah skenario yang pakai kaset, namun dengan lagu yang sama, persis, dimanapun berada. Pada muaranya adalaha masyarakat dipaksa bangkit sendiri setelah semuanya menjadi abu. Lagu bali not for sale hanya akan sekedar mengobati perih atas luka- luka yang banyak, borok yang bernanah, dan perasaan yang tertekan akibat ekspektasi kita yang begitu tinggi, untuk hanya menjadi security, petugas house keeping, gardener. Karena kekayaan yang kita miliki ternyata tak sebanding yang kita dapatkan hanya menjadi pegawai.

Ikan ikan yang dulu begitu mudah dijaring, nanti akan hilang. Terumbu karang dan bakau yang setia pada daratan untuk menjaganya dari dekapan ombak, harus hilang dekat dengan poster- poster yang seoalah berteriak agar ia dilindungi segenap jiwa. Asap- asap kendaraan seolah polutan yang terus meneror pengguna jalan ketika pohon- pohon berganti dengan bearing wall, beton dan bangunan yang berbgai rupa yang tidak dinikmati semua hanya oleh turis bukan kita yang hanya meminta belas kasihan investor yang kekayaannya fiktif dan meminjam di bank- bank pemerintah. Modalnya hanya dengkul dapat segunung, namun kita semuanya digadai yang kita dapatkan hanya kekosongan.

Semoga kita semua dapat sembuh dari penyakit pikiran dan lupa, bahwa tragedi yang sama dapat terulang, dan kita manusia yang tidak pernah belajar. Yang kita tahu hanya setuju terhadap berbagai proyek yang seolah dapat mesejahterakan kita. Salam. Semoga esok cepat sembuh untuk saya juga.

Ekamul, 13 juli 2013

Menunggu jawaban surat izin kerja praktek.

Advertisements

Tagged: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Semoga Cepat Sembuh Semuanya at Sudut jalan.

meta

%d bloggers like this: