Dari Kampus Arsitektur

February 10, 2014 § Leave a comment

Kenapa berdiam diri di kampus seperti ini mungkin suatu saat akan dikenang sebagai komtemplasi agar seluruh tahapan selanjutnya lancar. Apalagi kemudian kita akan mencapai tahapan yang terakhir dalam studi ini. Ada masa dimana kenangan itu terjadi seperti keseharian biasa. Kawan- kawan berlarian untuk sekedar menemui dosen pembimbing atau ke kantin mengisi perut yang lapar. Masa- masa yang menyengkan karena setiap orang belajar dari semua, untuk semua tiada kecurigaan dan tentunya persaingan yang sehat. Belajar arsitektur adalah belajar untuk meresapi ruang, percaya bahwa tiap ruang memiliki tujuan dan maknanya tersendiri.

Arsitektur bukan sekedar membangun dan bangunan, ia merupakan arti harafiah yang digunakan untuk membentuk pengertian praktis dan awan. Kalau mungkin bertemu dengan seseorang yang baru mengenalmu, arsitek itu yang merancang bangunan dan saya akan menjawabnya dengan “ya tentu”. Arsitektur tidak sebatas bangunan, tidak sebatas desain yang kemudian diwujudkan dalam bentuk segala rupa, dengan berbagai hiasan sehingga menambah unsur estetikanya. Jauh daripada itu arsitektur adalah menghargai ruang, bumi, kreativitas tanpa batas dan bagaimana manusia mengejawantahkan jati diri dalam desain yang mereka buat, identitas.

Telah 5 tahun, belum genap. Pulang dan pergi dari kampus di bukit jimbaran, tidak banyak yang saya tahu. Bahkan terlalu sedikit dari yang seharusnya dicapai ketika lulus nanti. Nantinya saya sadar untuk mencari ilmu itu lebih banyak, belajar dari banyak orang dan akan lebih rajin untuk bermain dengan bidang. Kampus yang telah saya singgahi selama ini sangat jauh dari kesan kampus arsitektur, tidak estetis dan cenderung tidak mencerminkan kampus arsitektur. Ada 1 makna yang membuatnya layak di hati kami para mahasiswa, kenangan, dan sudut- sudut kampus ini bisa bercerita dengan baik apa yang kami lakukan dan ceritakan tiap harinya. Bergadang, tabrakan, kehilangan, dan raihan.

Makna itu serta merta didapat dari penghayatan akan berbagai proses yang berjalan. Dan arsitektur adalah makna akan ruang dalam pikiran manusia. Menjalani hingga tuntas adalah awal dari sebuah perjalanan yang panjang.

Sudut Kampus Arsitektur Universitas Udayana

17juli2013

 

Advertisements

Tagged: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Dari Kampus Arsitektur at Sudut jalan.

meta

%d bloggers like this: