Senyum yang Sama

February 10, 2014 § Leave a comment

Selepas sekolah tiba. Berbicara dengan mu mungkin anugerah. Ada perasaan yang begitu damai. Sampai mengatakan bahwa itu hanya kebiasaan. Cinta itu tumbuh karena biasa. Dan baru aku tersadar bahwa itu merupakan pola komunikasi antara 2 manusia. Sedemikian berjarak bahwa adanya sebuah tembok yang kau bangun bernama sahabat, dan pekataan teman.

Sempat membacanya sekilas dalam harian lain. Sama dan tidak beda. Ada hal yang kemudian membatasi ruang gerak ini. Walaupun aku ketika itu tidak sadar. Dan percaya bahwa fantasi itu cinta. Bukan takdir yang membuat kita hidup tapi pilihan yang kita selalu jaga dan utarakan pada pemilik hidup, Hyang  Jagat.

Bukan sesuatu yang diatur. Tapi pilihanmu dan aku punya hubungan yang sama. Untuk tetap berpegang bahwa dalam hidup kita musti merasakan pahit. Dan manis selalu mengingatkan bahwa kita pernah ada dalam jalan yang sama. Walaupun banyak jalan yang menuju tujuan yang sama. Dan ketidak sadaran kita awal mula itu hanya akan berakhir di garis yang sama dengan awal. Semuanya hanya kosong. Kenapa musti disesali.

Sesal membawa kita pada stagnansi. Kita tidak bisa kembali pada tujuan. Tidak kembali pada akhir. Yang kadang aku memandangnya dua hal yang berbeda. Sekarang aku sadar bahwa bahagia itu tetap menjalani hidup. Dan percaya tujuan kita sama. Bahwa orang baik akan menuju tahap tertinggi dalam hidup.

Mati membawa kita kembali sejajar. Di perut pertiwi. Dan mengalami awal dari segala akhir. Dan akhir yang mengawali hidup. Aku dan kamu sama. Walau akhirnya jalan yang dipilih berbeda dan punya pemandangan yang berlainan. Namun aku tetap melihatmu seperti imaji yang sama. Melalui senyum – senyum dan kadang agak cemberut memukul lengan kananku. Tidak ada yang berubah.

Senyum.

Belum sempat mengucapkan terima kasih atas semua hal. Siapapun itu. Sehingga beban hutang ini sedikit bisa lunas. Terimakasih semesta!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Senyum yang Sama at Sudut jalan.

meta

%d bloggers like this: