Soal Relawan

June 1, 2014 § Leave a comment

TurunTanganAB-364-2

Relawan Turun Tangan dan Anies Baswedan sumbernya

Rela merupakan kata ajaib, dan juga aneh di negeri ini.

Hal tersebut dikarenakan banyak hal yang Paradoks terhadap kata tersebut. Kata rela, inti utamanya adalah ikhlas dan tanpa paksaan, namun banyak kata lain yang juga menyertakan rela, namun dalam prakteknya sesungguhnya bertolak belakang dengan artinya. Sukarela contohya. Kita sering sekali menemukan kata ini. misalnya sumbangan sukarela, entah sumbangan untuk PON zaman dahulu, yang berbarengan dengan rekening listrik yang besarnya dibanderol Rp.500 Atau ketika sumbangan sukarela untuk pembiayaan gedung di sekolah, yang dibanderol sekian juta, apakah bisa disebut rela.

Kata rela, mendapat berbagai konotasi yang negatif dalam konteks berbahasa dan praktiknya di kehidupan sehari-hari. Belakangan menuju Pilpres (Pemilihan Presiden) RI juli mendatang, kata rela menjadi salah satu kunci meningkatkan elektabilitas capres dan cawapres kedepan. selama beberapa bulan terakhir, tepatnya pada bulan januari 2014 berbagai organisasi relawan mendeklarasikan diri sebagai pendukung pelbagai tokoh yang digadang sebagai capres. Baik yang bersifat individu maupun merupakan sayap-sayap oganisasi yang telah punya nama ataupun partai politik. Relawan yang sifatnya sangat bebas, dan dianggap mampu untuk menarik dukungan masyarakat berbagai kelas. Mungkin beberapa dapat saya sebutkan, misalnya relawan turun tangan  (yang  mendukung Anies Baswedan dalam Konvensi Demokrat), atau relawan Jokowi atau Prabowo dalam capres mendatang.

Relawan mungkin telah ada sejak manusia mulai membentuk organisasi, entah untuk berburu ataupu bercocok tanam. Peradaban mungkin membentuk manusia yang begitu rela memberikan apaupun bagi sebuah kepercayaannya, baik agama, ideologi, maupun kepercayaannya akan perubahan. Dan hal terakhir yang menggerakkan masyarakat untuk membangun gerakan relawan. Perubahan yang dimaksud sangatlah prinsipil dan individual, apakah perubahan yang sifatnya sementara ataupun jangka panjang. Atau untuk kepentingan diri sendiri, kelompok atau bangsa negara bahkan dunia. Hal itu akan dijawab oleh individu tersebut dan visi dari organisasi relawan yang mewadahi individu tersebut.

Polarisasi politik terkadang membuat suasana yang tidak kondusif, dan terkadang membawa relawan dalam jurang perselisihan. Bahkan dalam dialog belakangan, rakyat harus jeli terhadap perpecahan bangsa, dan relawan harus bebas dalam arus politik tersebut. Relawan, tidak terseret dalam arus kepentingan lain, bergerak dengan gayanya sendiri, dan mendukung ke arah perbaikan dan perubahan itu sendiri. nilai-nilai tersebut kemudian tercermin dalam tindakannya, tidak partisan, mengerti berbagai perubahan sosial sekitarnya, dan berusaha sebaik mungkin dalam menjaga sekaligus menjalankan nilai-nilai baik tersebut.

Banyak orang yang saya temui yang bergerak bagi kepercayaan mereka, entah untuk capres dukungannya, dan nilai perubahan tersebut. Umumnya kemudian saya tanyakan motivasinya untuk bergerak menuju perubahan tersebut. Adanya yang menjawab (tentunya bukan dengan kata melainkan dengan perbuatan) sebagai partisan, mengedepankan kepentingan, berupa keuntungan pribadi. Bahkan paling buruk, yang saya ketahui adalah untuk tujuan- tujuan menguasai dan popularitas. Yang kedua adalah karena ketokohan seseorang, yang dianggap mampu mengejawantahkan berbagai ide-ide perubahan terhadap bangsa. Tokoh ini sebagai magnet utama yang menyatukan dan menggerakakan anak-anak muda ini. mereka adalah gerakan yang umumnya non partisan, tanpa bayaran (istilahnya relawan Rp, 0), dan mereka bergerak bermodalkan ide-ide yang besar terhadap perubahan.

Lalu, yang kemudian saya tanyakan kemudian ketika perjuangannya telah usai (misalnya calonnya tidak berhasil dalam konvensi atau pemilihan capres kedepan) apa yang dilakukan. Dengan tenaga yang besar (terutama sumber daya yang mumpuni) apa yang harus diakukan kemudian. Sekilas seperti pertanyaan generasi reformasi terhadap dirinya  setelah jatuhnya Soeharto, dan Sidang Umum yang menetapkan Gus Dur Sebagai Presiden RI ke-4. Disorientasi ini yang perlu dicermati lebih lanjut. Ketika tujuannya telah sampai, malah kebingungan terhadap tujuannya. Ide yang dilakukan oleh Anies Baswedan, merupakan salah satu Role Model yang harusnya mampu bertahan lama, dan juga mengawal perubahan pada tingkatan yang lebih lanjut (walaupun tokohnya tidak mencapai tujuan misalnya memenangkan konvensi). Ide yang sebenarnya sangatlah praktikal dan sangat punya tujuan yang baik, kenapa tidak dilanjutkan dengan gerakan Relawan yang masif, serta edukasi yang baik terhadap mereka, setidaknya mampu memotivasi pemuda-pemuda ini untuk bergerak lebih luas, dan mencakup kehidupan mereka sehari-hari. Maka kedepan gerakan relawan ini akan tumbuh menjadi sebuah tradisi baru dalam pergerakan organisasi di Indonesia, yang terkadang sangat vested interst dan berujung pada kekuasaan (seperti sebagian yang saya kenal).

Dalam wacana ini, tidak mengecilkan berbagai gerakan relawan yang lain, dengan tujuan yang berharga seperti pendidikan, teknologi informasi, pemberdayaan masyarakat di seluruh Indonesia. Misalnya beberapa yang saya kenal, Akademi berbagi (AKBER) yang sangat setia memberikan ilmu (mengenai berbagai hal) di setiap kota, serta Gerakan relawan yang bekerja dengan Idealismenya masing-masing. Bahwa gerakan relawan, bersumber dari berbagai kegelisahan, kecintaan akan Nusantara dan kemanusian itu sendiri. teringat Kata Pramoedya, bahwa “Jaman telah membikin pribumi membutuhkan organisasi- Aku harus berpihak pada yang maju, berpihak pada Progresivitas sejarah. Ini kata nuraniku murni, tak ada kepentingan pribadi tersangkut di dalamnya”. Semoga!

 

Cemagi, menyelesaikan skripsi

270514

Advertisements

Tagged: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Soal Relawan at Sudut jalan.

meta

%d bloggers like this: