Dari Kunjungan Rumah Intaran ke Sekolah

March 8, 2015 § Leave a comment

Fida dan Haps sedang Sosialisasi ke Murid-murid SD di Singaraja (Dokumentasi Rumah Intaran)

Fida dan Haps sedang Sosialisasi ke Murid-murid SD di Singaraja (Dokumentasi Rumah Intaran)

Haps dan Fida telah menceritakan persfektif yang mereka temukan saat berada di depan kelas, saat sabtu kemarin memberikan Penjelasan mengenai manfaat Pohon Intaran dan pesan-pesan menjaga lingkungan. Walaupun tidak terlalu aktif memberikan penjelasan mengenai topik tersebut, saya ingin banyak membagikan pandangan saya mengenai efektivitas pemberian diskusi tersebut. Sasaran utamanya adalah siswa sekolah dasar dan menegah. Mereka akan sangat potensial dalam upaya kita memberikan pelajaran-pelajaran mengenai lingkungan mereka.

Anak-anak sekolah saat ini sangat jauh dari sekitarnya. Dimana begitu banyak orang tua bangga saat anaknya begitu lekat akan teknologi (dan menganggap teknologi sebagai acuan masa depan). Yang dilupakan, anak-anak harusnya menikmati permainan mereka di alam bebas. Jari-jari mereka harusnya merasakan beceknya halaman ketika hujan, atau bermain dengan bahan-bahan alami.

Yang saya sadari adalah mereka lahir pada zaman teknologi. Ketika papan-papan sirkuit menggantikan peranan tubuh dan ota untuk mengerjakan sesuatu, walaupun tidak saya pungkiri bahwa pada saat saya seusia mereka saya terlalu kagum akan teknologi. Meminjam istilah Daoed Joesoef, generasi 2000 adalah Generasi Z. Mereka begitu kenal dengan teknologi mereka langsung cas-cis-cus, cepat belajar, namun begitu kurang untuk bergerak. Anak-anak tidak lepas dari gadget-gadget kesayangan mereka.

Yang terlupakan tentunya kedekatan mereka akan sesama tentunya berkurang. sensitivitas terhadap lingkungan juga berkurang. Mereka jadi begitu ekspresif dan juga agaresif di tengah alienasi dan kebutuhan untuk diperhatikan. Ada sebuah kesenjangan dapat dirasakan dari kunjungan tersebut. Namun tentunya masih harapan, ketika guru-guru dan orang tua menekankan pendekatan yang humanis pada anak, mereka bukan hanya titipan tapi juga harapan. Maka diperlukan investasi waktu yang begitu besar, serta kesadaran bahwa mereka memerlukan ruang-ruang bermain yang mencerahkan. Tidak sekedar permainan semu yang dimainkan melalui gadget.

8 Maret 2015

Diposting yang tertunda

Advertisements

Tagged: , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Dari Kunjungan Rumah Intaran ke Sekolah at Sudut jalan.

meta

%d bloggers like this: