Minggu Menanam, Menanam Kebaikan

October 4, 2016 § Leave a comment

Kira-kira minggu lalu, ada empat penggagas kegiatan ini. Acaranya coba menanam tanaman di lahan yang sempit. Kami sepakat bertemu tiap minggu pukul 5 sore, di Warung Suksma Tohpati. Hari minggu kemarin kami bertemu,  penggagasnya Jong (pemuda dagang nasi, pemilik warung), Igund (fotografer, hobi nonton musik), Cile (wartawan), Thurdy (Dokter di Rumah Sakit Swasta), dan saya (arsitek kambuhan kadang menulis). Gagasan tadi merupakan jawaban yang sangat temporal, soal kegalauan akan keadaan dunia saat ini. sulit menanggapi pertanyaan thurdy soal hal-hal yang paling esensi dalam hidup dan stress rutinitasnya (yang ketimbang lainnya bekerja secara lepas) yang musti banyak berhadapan dengan situasi yang menekan baik oleh pasien, tempatnya bekerja. Jadi kami putuskan menanam, sebagai penghilang stress.

img20160816161754-01-03

Publikasinya Minggu Menanam

Secara kebetulan, thurdy pernah bantu-bantu untuk kegiatan di IDEP, NGO pertanian organik dan permakultur di Gianyar, Bali. setidakya cara ini klop untuk berbagi cara menanam pangan bagi kami yang awam dan juga bersamaan mengejawantahan ilmunya. Minggu ini kami menanam sayuran (walaupun bukan benih lokal, segera nanti diganti dengan bibit organik) di sudut warung Suksma secara bersama-sama. Dimulai pukul lima, tanah dicampurkan dengan kompos mulai mengisi karung-karung beras yang kosong di tempat makan tersebut. kemudian diisi bibit sawi dan bayam.

Sebelumnya di tembok-tembok dan sudut tersebut berisi tanaman hias, lidah buaya, kencur. Semuanya diganti media dan ditata ulang. Walaupun terkesan agak kontras karena belum ada yang tumbuh, masih perlu waktu seminggu sebelum bibit tersebut tumbuh dan dipindahkan ke polibag atau pot ukuran yang lebih memadai. semuanya ikut mencoba menanam, gotong royong, hasilnya dilihat nanti setelah beberapa minggu. Tapi percobaan dan niat yang baik harus dilaksanakan, daripada mengendap hanya jadi niat belaka.

Pisang dan ketela rebus disuguhkan sebelum menanam. Cile juru masak bareng Jong. Kegiatannya selesai pukul 8, nasi goreng bumbu bali dan obrolan mengenai project selanjutnya mengisi kegiatan minggu menanam. Buat zine atau pemetaan kota jadi salah satu rencana projectnya. Masih kami pertimbangkan konsepnya. Minggu ini rencananya mengunjungi teman di baturiti, melihat caranya beternak lalat, serta mengembangkan konsep pertanian organik.

Kata menanam bagi kami tidak hanya soal menanam tumbuhan, namun kami berupaya tidak memberikan batasan pada kegiatan kami. Yang ingin urun rembug tentu saja boleh. Organik seperti pangan lokal, dia bebas, tidak ada batasan, tidak menimbulkan efek samping, serta memuliakan lahan. Kami coba menanam tiap minggu terutama menanam kebaikan, tidak hanya sekadar harapan. (eh ada yang berharap kan ya?)  Yang ingin ikut silahkan. Kami tunggu kabarnya. Salam.

Cemagi, 031016

Setelah mendung yang tidak terkira.

Advertisements

Tagged: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Minggu Menanam, Menanam Kebaikan at Sudut jalan.

meta

%d bloggers like this: