Hati-Hati Cuaca Buruk, Hati-Hati untuk Semuanya

October 25, 2016 § Leave a comment

Hujan mendera begitu kencang daerah sekitar Canggu dan sekitarnya. Kurang lebih sekitar pukul 13.00 sejak kemarin hujan turun disertai angin kencang. Waktunya tidak terlalu lama, hanya sekitar 30 menit hingga satu jam. Namun jalan di lingkungan rumah saya, di Cemagi tergenang sampai 30-50 cm tergantung pada posisinya terhadap sungai, motor-motor dipacu pemiliknya melewati genangan hampir sepanjang 50 meter. kebetulan kemarin saya baru saja hendak keluar rumah, ke Denpasar niatnya makan siang dan ngobrol dengan Cile serta mengunjungi perpustakaan PU, di Werdapura Sanur, untuk meminjam beberapa buku. Baru saja keluar beberapa ratus meter, motor terasa aneh tidak stabil seperti biasa.

img20161024123335

Hujan deras, foto yang saya posting kemarin lewat instagram. Hujan disertai dengan dengan petir dan angin kencang.

posting-banjir

Postingan kawan saya, Adi lewat akun instagram miliknya. Kondisi banjir di jalan lingkungan Banjar rumah saya.

Saya putuskan singgah ke bengkel sebentar, mungkin bannya bocor. Langit gelap gulita, angin mulai agak kencang. Sampai bengkel, hujan turun deras  disertai angin dan petir. Jarang melihat hujan besar seperti ini setahun ini. Walaupun tidak terlalu lama, papan-papan nama toko-toko nampak goyah diterjang angin. Papan nama besar milik toko waralaba setinggi 10-15 meter tepat di sebelah toko bergoyang, menimbulkan suara decit mengganggu. Duh mungkin bisa saja roboh. Posisi saya duduk di bengkel tepat sebelahnya. Jika jatuh menimpa saya dan orang lain yang melintas pasti berbahaya.

Hal yang serupa saya temukan beberapa tahun lalu di ruas jalan Gunung Agung, Denpasar. Papan toko setinggi 10 meter jatuh ke jalan utama yang berada di depannya. Waktu itu tengah hujan besar disertai angin kencang. Mungkin ada puting beliung yang melintas di jalan tersebut, beberapa saat sebelum saya lewat di di depan toko tersebut. Ketika itu papan tersebut telah dipindahkan ke pinggir jalan. Tidak ada korban saya rasa. Namun patut untuk diperhitungkan kembali urgensitas papan-papan informasi, baliho, dan sebagainya karena mungkin saja dapat membahayakan orang lain dan merugikan masyarakat umum. Apalagi baliho ormas di mana-mana, waspadalah-waspadalah. :P

Terlebih beberapa kota besar juga mengalami banjir yang tidak terduga juga sebelumnya, seperti Bandung kemarin dan Jakarta beberapa hari yang lalu. Debit air hujan tinggi dan tidak diimbangi oleh penyerapan yang tidak memadai jadi salah satu penyebabnya. Di daerah Badung misalnya belakangan marak proyek paving, dengan menutup gang dengan paving blok. Seluruh gang di Kabupaten ini menggunakan paving seragam. Seluruh desa digeleontorkan hal yang serupa. Tapi yang dilupakan, hal tersebut menyebabkan air tidak masuk ke tanah, langsung mengelinding ke jalan raya seperti yang terjadi di rumah saya. Alih-alih membuat biopori, semuanya ditutup paving, dan mengenaskannya di rumah saya juga demikian. Saya juga tidak memberikan informasi pada seluruh penghuni soal limpasan air yang datang dari setiap rumah berkontribusi pada banjir di lingkungan.

Apalagi kemudian, daerah yang harusnya sebagai resapan tidak berfungsi secara baik, ditambah sampah plastik dan konsumsi yang menutupi saluran-saluran air. Ya byar! Sekali lagi saya begitu beruntung hidup di desa, dekat pantai, dan kondisinya masih baik walau tetap mengelus dada. Banjir itu hanya sebentar, kira-kira pukul lima sore saya sampai di rumah, air limpasan dari permukiman ke jalan tersebut telah surut.

Namun jika terjadi di kota, atau daerah dengan kondisi berada di bawah permukaan laut ya sulit. Terlebih ada kenaikan muka air laut yang terjadi di setiap tahunnya. Mungkin akan makin tenggelam!

Cuaca Buruk Lebih Baik di Rumah Sih!

Saya bukan peramal cuaca, bukan prakirawan cuaca macam dua kawan saya, bli Made “Tom” Kris Adi Astra dan Dedy Pratama. Tapi saya melihat adanya kondisi yang serupa di beberapa hari mendatang. Setelah beberapa hari terakhir, mulai hari jumat hujan menguyur Kota Denpasar pada malam hari. Saya ketahui karena hari Sabtu, tanggal 22 Oktober datang ke Mabesikan Festival 2016 di Kertalagu, Denpasar. Beberapa pengisinya mengungkapkan tidak mengadakan checksound  sehari sebelumnya. Serta pada hari tersebut, guyuran hujan juga menemani ketika harus mengisi materi untuk teman-teman komunitas di Kemeuh, Gianyar. Hujannya hanya sebentar, namun saat pulang sampah-sampah berserakan di sepanjang jalan desa Kemenuh, pertanda meluapnya selokan samping jalan tersebut.

14732185_10207577371452716_6020126117687580039_n

UPDATE Peringatan dini cuaca wilayah Bali tgl. 24 Oktober 2016 pkl.12:40 WITA masih terjadi Hujan Lebat disertai Kilat/Petir dan Angin Kencang di wilayah Mengwi, Kuta Utara, dan sekitarnya. Kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga pkl.15:00 WITA dan meluas ke wilayah Abiansemal, Denpasar, Kuta, Tuban, Sukawati, Ubud, Marga, Kediri, dan sekitarnya. keterangan yang ditulis Dedy di fb miliknya.

img20161022122508

Guyuran hujan di Kemenuh di sela-sela mengisi materi untuk kawan-kawan komunitas, 22 Oktober lalu.

Dari dua hari ini, mungkin bisa jadi gambaran kondisi cuaca ke depan. Hujan bisa datang dan pergi secara tiba-tiba. Bisa saja di pagi hari cuacanya begitu terang, macam hari ini. dan hujang di pertengahan hari. Terang kembali, dan hujan di sore atau malam. Kondisi ini tentu juga berakibat bagi kesehatan saudara-saudara sekalian. Bisa saja naik turun dengan tiba-tiba. Perlu sekali menyiapkan minyak urut, atau jamu penolak masuk angin. Perkara sakit dan kondisi yang buruk berpengaruh pada  pekerjaan atau kuliah atau bagi yang tengah ujian tengah semester anak-anak sekolah.

Kurangi keluar rumah, terutama pada saat liburan. Karena di gunung dan pantai cuacanya sedang tidak bagus. Beberapa titik pendakian di tutup di beberapa gunung pulau Jawa, bisa juga akan menyusul beberapa gunung di Bali. Pendakian atau kemah mungkin tidak disarankan di tengah kondisi yang tidak menentu saat ini. Lebih baik bergumul dengan aktivitas lain di rumah, atau kosan  masing-masing, bisa nonton  film, membaca buku sambil nyemil, dan membaca kondisi-kondisi bangsa terkini. Konser-konser di luar ruangan mungkin juga perlu dipikirkan para penyelenggara, karena cuaca dan faktor penonton.

Tapi kenapa acara-acara bagus selalu ada akhir tahun? Saya membatin sendiri, karena acara macam UWRF (Ubud Writers dan Readers Festival) diadakan di penghujung bulan ini. Dan beberapa festival juga diadakan pada November dan Desember mendatang. Mudah-mudahan berjalan dengan lancar.

Namun jika ternyata harus beraktivitas di luar ruangan terutama untuk pekerja lapangan, harus menyiapkan diri secara ekstra. Atau bagi kawan yang pengangguran banyak acara di luar rumah tentu saja masuk di dalamnya juga turut mempersiapkan diri secara baik di tengah cuaca yang tidak menentu ini. Jangan terburu-buru jika ada deadline, pelan-pelan saja karena keselamatan jauh lebih penting dari segalanya. Dan para bos, pimpinan yang duduk di meja kantor, keselamatan karyawan penting di atas kerja-kerja yang berada di tenggat waktu. Biasakan diselesaikan secara praktis dan tidak berbelit-belit.

img20161025133709-01

Lagi senggang, menikmati hujan.

Beruntunglah para pekerja lepas, yang serba fleksibel memilih waktu dan tempat. Yang tengah mengetik beberapa artikel atau mengedit permintaan desain kliennya. Walau telah di ditemani berbagai perangkat yang mumpuni, gawai terbaru dengan koneksi internet yang tidak pernah putus. Namun ditengah keberuntungan tersebut, cuaca buruk saja mengganggu pikirannya para pekerja lepas ini. pikiran-pikiran bisa kemana-mana, bisa saja mengenai masa-masa indah pacaran dahulu, kenangan  mantan, dan rindu yang tidak tersampaikan.

Semoga badai cepat berlalu, hingga hati tak lagi menangguk rindu.

Sekali lagi, hati-hati di jalan. :)

Advertisements

Tagged: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Hati-Hati Cuaca Buruk, Hati-Hati untuk Semuanya at Sudut jalan.

meta

%d bloggers like this: