Masa Depan di Bali seperti Apa?

July 7, 2017 § Leave a comment

img20161127212150

Para Muda, senang berkelakar, bermain, dan seolah tidak peduli hari depan. Tapi juga gelisah keberlanjutan budayanya.

Sedang gamang memikirkan bali di masa mendatang. Kemarin ketika kundangan ke tempat saudara se- banjar menikah di banjar sebelah, seorang kawan berseloroh  mengenai aplikasi online untuk memilih Pedanda untuk “muput” upacara. Anggota masyarakat tidak lagi “mendak” Ida Pedanda ke Griya. Hanya tinggal mengunduh aplikasinya lewat google Playstore atau appstore, dan masuk ke lamannya, memilih pedanda berdasarkan lokasi griya, dan mengisi form informasi seperti tanggal upacara, lokasi, dan upacaranya. Untuk segala perlengkapan upacaranya sudah bisa dipesan secara daring lewat aplikasi di telepon genggam. Kami tertawa terbahak-bahak.

Hari ini saya jadi berpikir ulang, apakah hidup di masa depan akan seperti itu? Hidup secara praktis tidak selalu baik, mungkin. Bibi dan ibu saya hari ini tampak sibuk mengerjakan perlengkapan upacara, mereka bekerja sejak pagi ketika matahari baru muncul. Perlengkapan upacara punya makna sendiri, tiap bagiannya, elemen peyusunnya punya fungsi-fungsi khusus. Tata cara, urutan, susunan, dan sikap pembuatannya dituntut untuk benar. Ada banten khusus yang dihaturkan ketika membuatnya.

wp-image-481503704jpg.jpg

lalu siapa yang akan melanjutkan kerja-kerja ini di masa depan?

Kemarin, ada yang membuat saya terkesima ketika seorang kawan dari Jong Santiasa Putra menyambangi warungnya sore kemarin. Saya tengah menyelesaikan gambar detail konstruksi untuk pembangunan bale banjar yang telah saya unggah di blog  ini. Surya, lulusan SMA 1 denpasar dan tengah menyelesaikan studi manajemen di Universitas Udayana menceritakan apa yang ia kerjakan setahun lalu. Kawan-kawan tentu pernah mendengar “Jaen Idup di Bali”. Mungkin ketika itu banyak membuat polemik soal tingkat nyaman hidup di pulau kecil ini. Aktivis seperti JRX, dan penggiat media sosial lain banyak mempertanyakan statement tersebut.

Surya dan kakaknya (yang memiliki brand untuk baju tersebut) punya latar belakang yang berbeda dengan pandangan umum tersebut. Mereka tinggal di pusat pariwisata Ubud, sekitaran Padang Tegal. Sebenarnya jauh lebih gelisah akan masa depan ubud. Perubahan yang cepat

Di masa depan, ketika kita tidak membuatnya sendiri. apakah sikap-sikap hidup juga akan terus bertahan? Lalu belum jelas kita harus memilih yang mana?

Advertisements

Tagged: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Masa Depan di Bali seperti Apa? at Sudut jalan.

meta

%d bloggers like this: